Postingan

Kepada para Calon ibu (dan bapak)

Gambar
Sabtu 22 Desember 2012 Kawan. sekarang tanggal 22, desember pula, dan selamat hari  ibu buat para ibu serta calon Ibu. Kepada para Ibu, Terimakasih telah melukis kami, para anak yang walopun kata teman saya "tiap anak punya Lauh Mahfudz nya sendiri", tapi tak bisa dipungkiri kalau Allah SWT mewujud mata-kan itu melalui lukisan tangan para IBU. *Especially my Umi', You are Amazing!! Thanks GOD that I'm your son. Thanks for teaching me what is "haq" and "bathil" with your words and acts,Thiis guy would be totally worthless without you. Dan dibawah ini adalah seorang awam, sangat awam yang dengan sok-sok an mencoba menulis beberapa saran, yang disimpulkannya sendiri berdasarkan semua tata-laku dan tutur-kata nasihat dari ibunya sendiri. Kini, dia mencoba berbagi pada para calon Ibu (dan juga bapak). :-)

Penggalan Iftitah

Rabb, Allahuakbar Dan lalu terucap iftitah tiap menghadapmu. Rabb, Akanakah itu berarti khianat saat "wa mahyaya wa mamaati" itu belum sepenuhnya lillahi robbil 'alamin Akankah bedebah dunia ini kau cap sebagai bedebah pula di akhirat. Atau Akankah sifat rahim-Mu mencidukku dari kubang sampah neraka. Dan mencelup tungkai corro ku ini guna mereguk legitnya telaga kautsar-Mu Rabb, akankah kau anggap si gila ini pongah saat kuandalkan amaliah amaliah ku Sebagai tiket surgaMu. Dan bukan sebagai bukti cintaku padaMu. Akankah Engkau anggap aku ini orang yang lupa akan engkau. Lupa akan semua nikmatmu. Lupa akan pemilik tubuh ini. Lupa akan penggerak tubuh ini. Lupa akan pemberi jiwa. Lupa akan pemilik jiwa. Lupa akan pemberi ilmu. Lupa akan pemilik ilmu. Lupa akan pemberi pahala. Lupa..

"Aku" pun aku tak punya

Hei,Api kecil. Tahukah kau? Aku tak sepeserpun hebat Aku cuma bisa melihatmu jika diizinkanNYA Lewat refleksi dua kotak plastik tembus pandang yang dipantulkannya bayangmu pada mata ku Yang tanpanya kau terlihat samar, Se samar pikiran ku atasmu yang sekali dua kali buram sehingga aku harus terus mengelapnya Entah debu, entah uap, atau rembes embun mata yang tertumpah tak sengaja Lantaran aku terlalu lalai untuk melepas kotak plastik itu Ya. Aku memang tak sepeserpun hebat.

Terpejam tak terjaga

Aku terlalu capei untuk berlari lagi Sayang, kini kau telah lihat aku duduk Berselanjar meluruskan tungkaiku yang telah penat karena berlari Penat dan Peluh mencecarku bak seorang tersangka Nafasku menderu Mengais angin hampa yang seolah sungkan untuk mampir Sungguh kini aku terlalu capai untuk berlari sayang

Chikushou no kanojo (my rap lyric, some of them is not my own writing)

This is my way to move it on This is my style to let it gone Baby, could you spare my feeling just for awhile and give me some time to pierce it with a smile? Now I really really want to move away, So stop fucking mess with me anyway

Bangunkan anu mu

Kawan. To the point aja. Jujur deh,Anu kita itu sering nggak bangun kan? Nah mengapa? Menurutku sih begini.. Jadi Allah SWT itu dengan karunia dan segala ke maha baik-an nya serta maha-maha yang 99 itu sudah dengan gratis memberi kita anu. Menyisipkannya di sela sela diri kita. Membungkusnya dan memberi cara pada kita untuk memakainya. Menyematkannya dengan unik sehingga membuat kita sering ga sadar dan akibatnya,kawan, si anu kita itu doyan tidur. Enggan bangun. Seperti Tak mau menegakkan kepalanya. Padahal, dia krusial -kata orang yang sudah paham betul- sekali buat manusia. Dan saya,kawan. Saya masih dalam tahap tahu, belum dalam tahap paham apalagi tahap practical. Namun, kawan. Saya tahu ~dari pengamatan ke-tahu-an saya~ kalau anu itu penting.

Grebeg - SuperCourse - Monthly event

Gambar
GreBeg , Sebuah komunitas yang baru saja saya join september lalu. Sudah dua bulan-an, nggak kerasa. Yap emang nggak kerasa,tapi ber-asa. Ber-asa kawan. Asa itu harapan. Saya English kan dia dengan hope, bukan wish. Tenang, ini bukan karena saya promo kick andy hope, namun karena sepengetahuan otak sadar betul saya (yang ala kadarnya) ini, sebuah kata hope ber ujung di masa depan. Harapan untuk masa depan. Bukan sebuah wish tentang masa lalu. Bukan sebuah wish yang beraroma penyesalan akan masa lalu. Hope is moving forward. "Move on!" Kata anak sekarang. Yap, sedikit banyak saya lebih suka hope(sedikit) daripada wish. Wish terkesan terlalu melancholy dan sendu, hope terkesan optimistis! Ini logika-opini saya. Sekali lagi Lo-gi-ka-o-pi-ni-sa-ya. Dan harapan tak cuma bisa diwujudkan. Dia bisa diapa apakan. Apa saja. Contohnya? bagi saya harapan itu lebih parah dari influenza! Dia bisa spreading lebih kilat dari segara virus yang terkirim pake paket kilat express sekalipun! G...