Postingan

Menampilkan postingan dengan label tulisan ngawur

Kepada para Calon ibu (dan bapak)

Gambar
Sabtu 22 Desember 2012 Kawan. sekarang tanggal 22, desember pula, dan selamat hari  ibu buat para ibu serta calon Ibu. Kepada para Ibu, Terimakasih telah melukis kami, para anak yang walopun kata teman saya "tiap anak punya Lauh Mahfudz nya sendiri", tapi tak bisa dipungkiri kalau Allah SWT mewujud mata-kan itu melalui lukisan tangan para IBU. *Especially my Umi', You are Amazing!! Thanks GOD that I'm your son. Thanks for teaching me what is "haq" and "bathil" with your words and acts,Thiis guy would be totally worthless without you. Dan dibawah ini adalah seorang awam, sangat awam yang dengan sok-sok an mencoba menulis beberapa saran, yang disimpulkannya sendiri berdasarkan semua tata-laku dan tutur-kata nasihat dari ibunya sendiri. Kini, dia mencoba berbagi pada para calon Ibu (dan juga bapak). :-)

Bangunkan anu mu

Kawan. To the point aja. Jujur deh,Anu kita itu sering nggak bangun kan? Nah mengapa? Menurutku sih begini.. Jadi Allah SWT itu dengan karunia dan segala ke maha baik-an nya serta maha-maha yang 99 itu sudah dengan gratis memberi kita anu. Menyisipkannya di sela sela diri kita. Membungkusnya dan memberi cara pada kita untuk memakainya. Menyematkannya dengan unik sehingga membuat kita sering ga sadar dan akibatnya,kawan, si anu kita itu doyan tidur. Enggan bangun. Seperti Tak mau menegakkan kepalanya. Padahal, dia krusial -kata orang yang sudah paham betul- sekali buat manusia. Dan saya,kawan. Saya masih dalam tahap tahu, belum dalam tahap paham apalagi tahap practical. Namun, kawan. Saya tahu ~dari pengamatan ke-tahu-an saya~ kalau anu itu penting.

Pengaman-Pembatas-Bocor. What a day!

Gambar
Pengaman dan Pembatas! Ya. Kawan. Sesuai pikiranmu. Pengaman! Pembatas! Sungguh nggak habis pikir. Dipikir pun nggak habis habis. Asli wes. Tapi ya itu dari kacamata saya. Dari sudut pandang kacamata minus ber frame plastik saya. Dan itu tentang Pengaman dan Pembatas, Kawan. Pe-nga-man Pem-ba-tas. Pengaman. Sesuatu yang sering beberapa dari kita memandang sebelah mata. Sesuatu yang terpaksa kita pakai karena takut kejadian. Sesuatu yang terpaksa kita pakai karena takut. Takut berkasus. Yap, kita lebih takut berkasus, kejadian, ketauan, dan banyak lagi hal external lainnya dibanding ke-karena-an takut atas ketidak amanan pribadi sendiri. Dibanding ketakutan akan terjadinya cidera. Cidera yang mengalirkan darah lebih banyak tentunya. Dan dalam beberapa kasus, cidera yang terpaksa memerlukan perawatan dan penanganan medis lebih. Sampai acara jahit menjahit dengan dokter. Dan sampai berbekas luka yang tak bisa hilang. Sulit hilang.

Kau tak se tak kuat yang kau, aku, dia, kami, mereka duga.

Kau tak se tak kuat yang kau pikir kawan. Lihat. Kau tegap. Kepalamu pun tersangga dengan mantap. Punggungmu masih jejag menentang arus.Tungkai tungkai mu pun tak lunglai di hentak rotasi cepat dunia. Lihat. Pikirkanlah. Masihkah kau merasa kau lemah? Kawan. Kau ingat mereka ber dua. Mereka yang tertawa saat pertama kau menangis. Mereka yang tertawa dalam peluh penuh kelegaan. Mereka yang memanggil kita, aku, kamu mereka dengan sebuah doa. Sebuah doa yang akhirnya terucap tiap kita dipanggil. Doa penuh keyakinan. Doa penuh harapan. Ya. Nama kita. Setiap sebutnya adalah doa. Harapan yang dititipkan. Harapan yang dipercayakan. Harapan yang menguatkan. Mereka menguatkanmu sejak kau tak mampu membeda warna. Mereka menguatkanmu sejak kau rapuh terjatuh untuk menjejak. Mereka melatihmu,Dengan kata sederhana. Dengan laku yang biasa. Dengan pikir yang lumrah. Tapi tanyakanlah apakah mereka menganggapmu lemah? Tak akan. Mereka membentuk sebuah extravagant dari yang biasa. Kamu. Extravaga...

Oyasumi no jikan

Telah habis masa berlaku mu untuk ada. Dan kini saat mu untuk menyandarkan punggungmu. Mencoba sedikit memejamkan sebagian mata mu. Namun tetap terjaga. Tapi ingat, kali ini waktumu telah habis. Tak usah resah. Tak perlu ragu. Kau masih terjaga kan? Pastikan itu Terpejam dan terjagalah. Karena kelak akan datang lagi saat kau ku bangunkan. Bangun. Menggeliat meregangkan urat otot abstrakmu. Mengerjap segala remang di tubuhmu. Mendesiskan sedap getarmu. Saat itu kuijinkan kau menggenggam kendali atas nya. Yaa..Boleh lah kau suruh dia apapun. Aku tak keberatan. Setidaknya kau bisa buat dia mencecap tetes tetes nira duniamu. Tapi jangan terlalu lama, kau tahu dia tak terlalu siap untuk mabuk lagi. Setidaknya itu menurutku. Jadi ingat, aku mengawasimu. Ya ya ya.. aku tahu kala itu. Saat dia berusaha menampung dan mengendapkan semuanya. Bukan hanya dia,kau juga. Mengakulah. Luckily, kau sadar. Dia masih belum perlu itu. Kini Terpejam dan terjagalah. Tetaplah seperti itu, dan t...

Dan 7 jam itu...

Diawali dengan berangkat dari sebuah kota kecil bergapura cukup baru. Diiringi deru lalu lalang sekitar di kanan kiri. Mulai yang berkaki 2 hingga ber roda 18. Sungguh 7 jam itu cukup singkat. Hmm..hmm.. Sudah...Sudah.. Tak usah kau tanya lah apakah itu berkesan atau tidak. Tak perlu kau tarik kencang saraf penasaranmu untuk tau apakah yang terjadi di 7 jam itu. 7 jam yang singkat. Jangan kau tanya mengapa, kau tau jawaban ku atas itu cuma ada 2: 1. Aku serahkan jawabannya pada imajinasi terliarmu 2. Terkadang sesuatu tak akan terasa menarik lagi jika terpaparkan, rahasia dan misteri menimbulkan happy curiosity dan mystical shiver disaat yang bersamaan. Trust me itu terasa lebih "feel" dari sebuah pemaparan dsn narasi. Oke.. i'll let you know something.. Sebagian dari seorang SaYa ada padaku, sebagian dari aku pun ada pada saya. Aku yang tak mau mengkhianati sahabatnya,SaYa. SaYa yang mulai mencium gelagat perihal pemikiran dan asa dari Aku . Bedanya adalah, sebu...

Jangan dicampur. Jangan dibentur.

Think globally but act locally. Saya nggak tau siapa yang memulai propaganda paradigma itu. Yang menjadikan kalimat itu booming sampai sering disebut di seminar seminar pengembangan karakter dan pelatihan pelatihan diberbagai cluster masyarakat. Dan saya juga sempat heran kenapa saya dulu oke oke aja dan "nguntal" mentah-mentah statement itu tanpa tendeng aling-aling. Dan setuju setuju saja. Dan berpikir "oh iya ya,keren. Emang mestinya gitu". Dan akibatnya segala pemikiran lokal saya anggap kuno, jadul, ga relevan, dll sampe ke alasan alasan yang berbau emosional seperti ga asik & ga keren. Jujur dah. Yang ada, setelah dikasih cekokan cekokan kalimat itu mayoritas berpikir seperti yang saya pikirkan diatas. Berpikir bahwa think locally itu makruh atau bahkan ada yang menganggap itu mendekati haram. Dan menurut saya itu lumayan aneh, mendekati bodoh. Oke, kita emang hidup di zaman yang serba berbau global. Dari globalisasi sampe global tv. Global tok pokoke...

Pendidik - UKG - Pembinaan berkelanjutan

Reformasi pendidikan. Hal itulah yang agaknya -secara implicit- berusaha di lancarkan oleh para petinggi,pejabat,wakil rakyat, menteri, dll yang tentunya bekerja -cari nafkah- di bidang pendidikan. Berbagai wacana silih berganti dilontarkan kepada publik dan mayoritas ditindak lanjuti sehingga menjadi bermacam peraturan, sistem, dan kebijakan -yang bijak menurut mereka-. Semua semata dengan alasan perbaikan mutu pendidikan. Semua lapisan dan sektor pun digarap, dirombak, ditata ulang, diperbaharui degan alasan mengikuti perkembangan Jaman. Barang produk lama yang dianggap tak gesit lagi untuk sekedar berjalan beriringan dengan si Jaman di revisi -prakteknya di pinggirkan ke pelosok-. Sektor peserta didik dan tenaga pendidik pun tak luput dari itu, terutama si tenaga pendidik. Wacana vonis pensiun dini bagi yang tak sanggup lagi berlari pun merebak, dan "ting-tong" berbuah kebijakan. Sempat bernafas lega karena akhirnya kesejahteraannya "dilirik" lagi oleh Pak A...

Pembenahan itu harus dibenahi (pemikiran tentang Sistem "Kejar Setoran" di sekolah-sekolah menengah menjelang UN)

Sistem pengajaran disekolah -dalam hal ini saya menyorot SMP/SMA- itu lebih menjurus ke mencegah daripada mengobati. Jangan bertanya kenapa, karena ini bukan sesi tanya jawab. Dan jangan mengajukan interupsi, karena saya bukan dan atau belum merupakan "Penduduk Jabatan" yang bisa di interupsi. Saya lebih superior dari itu. Saya Homo Sapiens bin Hayyawan Natiq. Lanjut. Didapati oleh saya, fenomena yang nggak sesuai dengan nasihat pendidik. Dalam hal ini ucapan "jangan pake sistem kebut semalam,belajarlah sedikit-sedikit setiap hari." Ucapan itu, saudara pelotot layar sekalian, adalah berbau nggak sinkron sama apa yang dipraktekkan sekolah kepada muridnya. Sekali lagi, jangan keburu bertanya atau anda akann bernasib layaknya Musa (Nabi A.S) saat bertemu Khidir (Nabi A.S). Tenang saya tidak se-pongah itu mengaku setara dengan beliau. Ini cuma analogi kawan. Cerdaslah, kau manusia. Oke?

Jalan Yang damai, jalan yang benar.

Saat win-win solution -jalan tengah- dijadikan standar akan sesuatu yang bernama lengkap kebenaran, saat itulah titik awal ketidak benaran mulai membibit. Dan percayalah, tak perlu pupuk untuk membuatnya berbuah dengan penuh pahit-getir nya walau penuh akan pemanis dimuka. Manusia adalah makhluk eksklusif,menurut isi tengkorak saya. Kerentanan dan kerapuhan manusia dalam menghadapi gesekan -bahkan dari sesamanya- itulah yang membuat saya berpendapat seperti itu. Ibarat orang mau nonton bola, kalo boleh milih -gratis tentunya- antara kelas ekonomi,suporter, dan eksklusif atau VIP maka mayoritas akan memilih yang terakhir. Sekali lagi ini dari sudut pandang isi kepala saya. Kenapa? Karena kenyamanan. Karena tak nyaman bersenggolan. Takut disakiti,tersakiti,dan menyakiti. Takut disenggol,tersenggol,dan menyenggol. Lebih baik sendiri,aman.

Kelucuan birokrasi pelayanan umum

Lucu sekali. Sangat. Saat para "penduduk" kekuasaan dengan lantang dan "tegas" -menurut mereka- berkoar tentang kemudahan akses pelayanan umum, ternyata prakteknya di lapangan sangat mengundang gelak tawa dan senyum. Gelak tawa karena menyaksikan betapa tidak sinkronnya tulisan yang tercantum dan praktik yang terlaksana. Serta senyum nyinyir penuh pahit getir melihat yang seharusnya berhak menikmati "kemudahan" administrasi pelayanan umum harus terseok-seok dan pontang-panting untuk menikmati "kemudahan" yang sangat mudah itu. Ironis bukan? Bagi saya, sangat ironis! Bahkan lebih mudah untuk ngurus administrasi sewa kamar di "Hotel 3 Jam-an" & wisma-wisma lokalisasi. Tinggal Check-in,masuk,puas,pulang,lemas. Mungkin aparat negara cukup studi banding ke hotel atau wisma2 tersebut, daripada rekreasi ke luar negeri dengan kedok kunker. Toh sama sama berbau "dosa" kan? Setidaknya yang pertama lebih hemat. Hemat uang dan tenag...

Hierarki ~> Jabatan ~>………(kotor/bersih/etc.)

Senior-junior, ke-kasta-an,dll. Itu semua real dalam hidup -setidaknya dari sudut pandang manusia yang belum ngerti "hakikat" dan "ilmu ma'rifat"- bahwa di alam ini ada jenjang,ada pemisah antar manusia dengan sesamanya. Ada jurang pembeda sehingga membuat kita harus pandai menentukan pandangan dengan memilih memandang dengan "ndangak" atau memandang dengan "ndilek". Walaupun semua orang tahu dan sering dengar ditengah-tengah kantuk dan tidurnya dalam sebuah pengajian bahwa ustadz, kyai, dan segala macam sebutan kedudukan/jabatan dibidang agama itu sering berkhotbah bahwa manusia itu sama-sejajar-lurus di hadapan sang pencipta. Walaupun semua orang sudah tau -dan cukup muak serta sangsi- kalau para pengacara dan para praktisi dan komentator hukum sering berkata baik dengan menggebu atau pun dengan setengah "nyengir" bahwa semua sama dimata hukum. Itupun kalau hukum kita masih punya mata.

Beres kan?

Udah nggak usah gitu Aku paham kok gelagat kau Gerak gerik tingkah polah kau Maksud makna dari ucap mu Hingga bahasa yang kau lantunkan dengan tarian jempol mu pada gadget 4x9 senti itu Tak sehari dua hari aku kenal kau Jadi Langsung sajalah kau bilang padaku "aku tak ingin" Beres kan? Apa? Tak bisa? Shhh... ternyata kau cukup penipu juga Ucap Tak suka basa basi Tapi kata kau tak bisa lugas Oke oke, aku tahu. Beres kan?

To: the precious one

Hey, o genki desuka? Hahaha... I am wondering why do i have to ask that. I mean, i believe that you are okay. *haih what a superstitious i am Ano ne, Shitteru ka? I always happy when i talk with you. Whether it is about us or someone or something else. I'm happy. I do love that time. It's unchangeable. Coz it's with you. It's precious. If you read that and start to wonder whether i am in love with you or not, you should know the answer better. i mean woman intuition is unique, isn't it? *another superstitious :D LOL Thing that i'm sure enough is it's painful for me to hear you crying. To know that you are sad or suffer. It's hurt. I feel it too. Well i know it sounds cliche, but i cant help it. That's what the reality shouted. That's me. Sonotori, ore wa hontō ni baka. Hehehe.

It's just...

It's just too painful To feel that way To be treated that way To accept that It's just like laying in a chamber Big, dark, hitori Absorbed by surrounding Blended And lose itself

Merdeka?? Bebas??

Merdeka itu... Nggak terjajah, tapi tak pula menjajah.. Bergerak Bebas meregang lepas tapi tetap sadar akan batas.. Lantas apa kita udah merdeka yg sebenar-benarnya merdeka? Bisa di jawab sudah, belum, tidak, tidak akan pernah. Dan tiap orang berhak milih jawaban apapun, bahkan yang diluar pilihan itu tadi. Feel free to answer, feel free to think. Bebas. So, how about elaborating sentences in the first paragraph, may i? Merdeka itu nggak terjajah tapi ga pula menjajah. Quite make sense,, 17 agustus 1945, our founding fathers Ir. Soekarno proclaimed the declaration of independence. together with Drs. Moh. Hatta(my idol), and others, they have worked so hard to make us free from foreign tyranny. Finally we are an "independent country". Wait, are we really that independent? No comment. Kita emang udah nggak berstatus wilayah jajahan negara lain. Kita emang ga lagi oerang dengan negara lain (perang dunia maya lawan malay*shit ga masuk hitungan). Tapi apa kita udah b...

Maji de???!!!

Gambar
Seriously?? Well, i know it is not "something new". I mean, that fund,that money, bisa dipakai yang lain kan?? Regulations?? I know you..you..you.. my filthy dear member of house of representative have already prepared for all confrontations with so many dirty tricks about "legal" re-fuck-gulation,, and i or other mere civilians not as "smart-ass" as you (your-dammit-majesty) Apa nggak ada cara yang lebih merakyat buat ngabisin anggaran? well, i know, bagi kalian istilahnya terlalu istimewa buat dinamain anggaran, lebih ke "jatah". Jatah pembagian,jatah tunjangan,jatah proyek,dan jatah2 yang lain yang didalamnya nggak termasuk jatah raskin dan BLT pastinya. Iya dong, masak dapet raskin sama BLT? Secara, nilainya nggak seberapa dibanding resikonya. Resiko ke injek2 massa. So, kita dan mereka pasti juga sudah tahu kalo perkembangan daerah kita masih dibawah daerah tetangga(kabupaten pesisir yang penuh wisata dan goa goa spektakuler*. *kata...

The most disturbing person in my boarding house goes to…….

The most disturbing person in my boarding house goes to……. Untuk kali ke dua aku pengin panget, sangat pengin malah, nulis  tentang The most disturbing person in my boarding house . Well, aku akui ini tulisan inspirasinya dari emosi pribadiku. Yup, jujur aku nulis ini da n inpirasinya gara gara pada hari dimana aku nulis ini adalah disaat hari selasa dini hari dimana ada suatu hal yang totally disturbing dilakukan tetangga kamarku, salah satu penghuni kosku,dan belum aku anggap teman,dan aku ga mau tau kalau pembaca yang mbaca hal ini tiba tiba bertanya dan sampe komen “sebetulnya bagi kamu pengertian tema n itu gimana sih? Dan bla bla bla pertanyaan lain yang berbau RETORIKA BELAKA yang berniat mengingatkan ato mungkin justru me-ngece dengan diawali introduction berbentuk “pura pura bertanya” dan isinya cuma “preeet”. mending ga usah diterusin mbaca deh.

Peringatan Hari kartini vs Cita-Cita Kartini.

Gambar
Peringatan Hari kartini vs Cita-Cita Kartini. April, pada bulan ini tiap tahunnya terjadi pemborosan besar besaran hampir diseantero negeri ini. Mungkin yang ga sadar bakal ngomong “wiih….Pemborosan apaan nih? Kan belom hari raya?”. Well, emang hal ini banyak yang pada ga sadar. Dan gilanya lagi, kebiasaan buang buang duit ini kalo ga segera dibenahi bakalan berlanjut terus terusan. Imbasnya adalah makna dari perayaan sebenarnya bakalan hilang-lang-lang-lang… “eitt… perayaan apa emang?” jawabnya gampang HARI KARTINI. Yep, masih keinget ga nih para readers sekalian? Yah, mungkin ada yang udah lupa, tapi bagi reader yang masih SMP/SMA pasti mayoritas setiap bulan april tuh banyak banget orang yang wara-wiri keliling neighborhood kalian, ato mungkin justru kalian sendiri yang mesti sampai ngantri di salon (terutama cewek) dari bedug subuh Cuma buat didandanin ala cewek anggun berbaju adat. Daan, yang paling banyak pastilah pake kebay kebaya dan kebaya. Well, jujur baru ...

UN itu….membingungkan

Gambar
UN itu….membingungkan Hey, para readers sekalian, pernah ada pikiran tentang UN? Ato mungkin justru readers pada lagi mau UN ato barusan kelar UN? Oke, jadi gini, saat UN bagiku adalah saat generasi muda dididik untuk nunjukin jati diri sebenarnya. Yup, jatidiri sebagai manusia, makhluk yag serakah dan menghalalkan segala cara mulai dari cara baik baik dengan istighosah, belajar dan ibadah malam buat kejatuhan nilai dari langit, sampe pake cara cara kotor yang logis and superstitious mulai dari bingung cari soal yang bocor sampe jawaban yang bocor bahkan kabarnya ada sekolah yang khusus nyediain pensil and penghapus yang udah dibawa ke paranormal (entah kyai beneran apa dukun tapi pake sorban) yang konon udah di mantra-mantrain.